“Memantaskan Diri Untuk Mendapat Jodoh Yang
Pantas Pula”
Salahkah jika niat kita demikian? Innamal
a’maalu bin niyaat..
Ketika hati mulai tergerak untuk berhijrah. Ketika hati mulai mengagumi dan menaruh simpati empati pada sosok yang senantiasa dekat dengan Rabb nya. Ingin rasanya menjadi seperti itu yang akhirnya mengantarkan diri untuk berhijrah. Mungkin banyak yang mengalami hal demikian.
Laki-laki yang baik, untuk wanita yang baik. Begitu pula wanita yang baik, untuk laki-laki yang baik.
Namun, bagaimana jika kelak jalan hijrahmu tak mengantarkan dirimu pada sosok yang kau tuju? Akankah kau merasa kecewa?
Berharap pada makhluk hanya akan menimbulkan kekecewaan. Berharaplah hanya pada Allah SWT semata.
Berdoalah.. Semoga dalam perjalanan hijrah ini, Allah memberikan hidayah kepada kita, memberikan kesadaran kepada kita bahwasannya berhijrah bukan semata-mata untuk mendapat jodoh yang baik saja sebagaimana yang kita harapkan.
Namun, lebih dari itu. Semoga kita menyadari bahwa masing-masing dari kita memang membutuhkan untuk berbenah diri. Sudah saatnya.
Tak ada yang tahu usia seseorang akan sampai kapan. Mungkinkah kita bertemu jodoh sebelum berjodoh dengan kematian? Atau sebaliknya, kematian justru mendatangi kita lebih dulu dari jodoh kita di dunia.
Allah mempunyai cara sendiri untuk memberi hidayah pada hambaNya. Tak ada yang salah dengan perasaan manusia, karena itu adalah fitrah. Mungkin melalui perasaan inilah Allah memberikan hidayah kepada hambaNya.
Niatkan semuanya karena Allah semata. Jikalau memang pada akhirnya jalan hijrah kita mengantarkan pada sosok yang kita harapkan, itu adalah hadiah, bonus dari Allah untuk kita. Semoga … J
Betapa perjalanan hijrahmu sangat berharga kawan, jika benar karena Dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar