Kamis, 22 Oktober 2015

Sepucuk Surat dari Saudariku Tercinta

Bismillah...

Assalamualaikum kawan, perkenalkan ini blog baru ku.. hehe. Sejujurnya, aku belum ada bahan nih buat mem-posting sesuatu di blog ini. Mungkin sebagai permulaan, aku mau berbagi dulu.

Beberapa waktu lalu, aku mendapat surat dari salah seorang sahabat dekat ku. Beliau mengirimkan surat via pesan facebook. Hmm, mungkin langsung aja, semoga dapat menginspirasi..

Dear saudariku tercinta :*
Sahabaaaat masih ingatkah engkau tentang awal perjalanan kita? Allah mempertemukan di lingkaran cinta yaitu di organisasi ini khususnya di bidang kita. Kau yang selalu membersamaiku sampai detik ini.
Sebentar lagi kita tak lagi dipertemukan secara rutin di syuro mungkin, akan tetapi kenangan tentang kita pasti tak pernah terlupakan, terutama kenangan di bidang kita 2015. Entahlah aku tak mengerti dengan perasaan ini, aku mulai sangat sayang dengan keluarga disini, tetapi terkadang jengkel dan ingin menjauh/menghilang. Sebenarnya tidak baik juga apalagi posisiku adalah Direktur, mereka semua termasuk kamu adalah amanahku, pundakku sebenarnya berat karena ada kalian, tetapi seberat beratnya amanah itu aku mencoba untuk tetap tegar, kuat dan menghadapinya dengan cinta. Bukan masalah kalian hadir atau tidak ketika di syuro, agenda bidang kita atau di organisasi, yang paling penting kalian bermanfaat dimanapun dan yang pasti rukhiyah tetap terjaga. Rukhiyah...ya masalah kedekatan kalian dengan Allah. Kalau organisasi ini adalah bukan tempat orang-orang baik tetapi yang ingin menjadi lebih baik, maka apakah kalian sudah mendapatkan tujuan itu, tujuan ke organisasi/bidang ini?
Ya inilah sahabat, curhatan sedikit tentang mereka dan kamu. Kalian semua adalah amanahku, maka bantu aku untuk meringankan hisabku kelak di akhirat. Disini aku mau minta maaf yang sebanyak banyaknya karena selama ini pasti banyak banget salah yang disengaja atau tidak yang tentu menyakiti hatimu. Jujur saja, aku merasa terlalu over dalam membina adek-adek, mungkin karena aku akhwat jadinya mereka yang akhwat pun ikut tak perhatikan lebih. Seharusnya mereka yang akhwat adalah ladangmu, bukan aku. Maafkan aku karena aku sering menuntut padamu tentang hal-hal yang membuatmu tidak nyaman, maafkan atas keotoriteranku. Ingatkan aku sahabat :’(
Masih ada waktu untuk terus bergerak, berjalan dan berlari mengejar tujuan dan cita-cita kita di bidang ini untuk mereka semua kawan-kawan sebidang. Ayo kembali bersemangat, gencarkan sapaan kita terhadap mereka, solidkan mereka dan buat mereka terlanjur cinta dan sayang terhadap bidang kita, buat mereka susah move on dari sini, buat nuansa kekeluargaan mereka lebih dan lebih, kesimpulannya ayo perbanyak kumpul hehe :D
Oiya, kapan yang akhwat ada forum akhwat? Ada adek yang pengen dengan forum itu lhooo J
Ayo yang akhwat diajak jalan bareng, sering komunikasi atau hanya sekedar tanya kabar, ya pokoknya yang GJ gitu gpp :D
Karyakan staff akhwat, mereka kebanyakan juga pada suka gambar, munculkan ide-ide untuk mentenarkan atau memanfaatkan potensi mereka, buat komik boleh tuh.. J
Maaf..maaf.. otoriter gue muncul lagi. Terserah kamu aja ding .. :D
Pada saat aku menuliskan surat ini, jujur aku sedang galau, sedih memikirkan kita, sebentar lagi udah selesai, walaupun harapannya tetap bersama (mungkin hanya dalam kenangan) L

Semoga semangat menebar kebaikan senantiasa membara setiap saat, diamana, dan sampai kapanpun. Kenanglah kesebelasan ini, karena mereka adalah keluargamu, bagian dari perjalanan dalam perjuanganmu...Bismillah, semangat Lillah J
Terlalu alay mungkin akunya, terlalu baper banget, tetapi walaupun mereka nanti sudah harus pergi dari sini, harapannya tetap jalin komunikasi, tetap saling sapa, jangan canggung untuk bercerita apapun itu, karena kita pada dasarnya adalah keluarga J

*dengan sedikit gubahan dari aku sendiri.. hehe
Dari surat ini, aku menyadari betapaaa... yah begitu lah.. mungkin suatu saat aku akan mem-posting lagi surat balasanku untuknya. :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar